Aku seorang tunanetra, penderita Retinitis Pigmentosa. Tatkala kesedihan dan rasa sepi menghimpit jiwaku, maka aku akan segera memutar sebuah nomor telepon rahasia yang dapat langsung terhubung dengan rumah Bapaku: Y0h4n35146. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." *Mat 11:28*
Rabu, 20 April 2011
(LAGU) HATI KUDUS YESUS
Oh, hati kudus Yesus,
Hati yang penuh dengan cinta kasih.
Kuberharap padaMU selalu,
S'bab hanya Kaulah andalanku.
Oh, hati kudus Yesus,
Lautan kerahiman bagi yang percaya.
Kuserahkan diriku padaMU,
Di dalamMU kumerasa aman.
REFF:
Ya, hati kudus Yesus,
Kuberharap padaMU.
Pada siapa lagi ku akan mengetuk,
Kalau bukan pada hatiMU.
Senin, 28 Maret 2011
Telepon Sorga
Kriiiing...!!!
"Hallo?"
"Hallo Yesus, Ini aku, Rachel!"
"Oh, anakKu... Apa kabar dunia?"
"Tetteeep Gelaaap..."
"Oh iya, lupa... kamu kan tunanetra ya... Baiklah, Aku ubah pertanyaannya: bagaimana kabar hatimu?"
"Oh Yesusku, asal Kau bersamaku, maka kegelapan takkan pernah ada lagi, sebab Kaulah terang sejati! Jika hatiku mulai lemah dan terasa amat sedih, kekuatiran dan kegelisahan mulai menggerogoti batinku, maka secara otomatis jiwaku akan teringat padaMu!"
"Oh, tahukah anakKu? hal itu sangat menyenangkan hatiKu! Teleponlah Aku segera, kapan pun dan di mana pun, setiap kali kau rindu berbicara padaKu, baik saat duka maupun suka, kala pagi, siang maupun tengah malam sekalipun, Karena Aku juga selalu rindu berbicara denganmu. Ungkapkanlah segala isi hatimu, sandarkanlah seluruh harapanmu di dadaKu, Aku akan tertawa dan menangis bersamamu, karena hatiku bagaikan sepasang tangan seorang ibu yang selalu siap untuk memeluk anak-anaknya. Percayalah anakKu, akan kedalaman kasihKu yang terkandung dalam hatiKu yang tertembus tombak, hingga mengalirkan darah dan air!"
>
"Hallo?"
"Hallo Yesus, Ini aku, Rachel!"
"Oh, anakKu... Apa kabar dunia?"
"Tetteeep Gelaaap..."
"Oh iya, lupa... kamu kan tunanetra ya... Baiklah, Aku ubah pertanyaannya: bagaimana kabar hatimu?"
"Oh Yesusku, asal Kau bersamaku, maka kegelapan takkan pernah ada lagi, sebab Kaulah terang sejati! Jika hatiku mulai lemah dan terasa amat sedih, kekuatiran dan kegelisahan mulai menggerogoti batinku, maka secara otomatis jiwaku akan teringat padaMu!"
"Oh, tahukah anakKu? hal itu sangat menyenangkan hatiKu! Teleponlah Aku segera, kapan pun dan di mana pun, setiap kali kau rindu berbicara padaKu, baik saat duka maupun suka, kala pagi, siang maupun tengah malam sekalipun, Karena Aku juga selalu rindu berbicara denganmu. Ungkapkanlah segala isi hatimu, sandarkanlah seluruh harapanmu di dadaKu, Aku akan tertawa dan menangis bersamamu, karena hatiku bagaikan sepasang tangan seorang ibu yang selalu siap untuk memeluk anak-anaknya. Percayalah anakKu, akan kedalaman kasihKu yang terkandung dalam hatiKu yang tertembus tombak, hingga mengalirkan darah dan air!"
>
Dalam Derita
Renungan St Faustina:
Oh, andai saja jiwa menderita tahu betapa Allah mengasihinya, pastilah ia mati karena sukacita dan bahagia yang dahsyat! Suatu hari kelak, kita akan paham nilai penderitaan, tetapi saat itu kita tak lagi dapat menderita. Waktu sekarang adalah waktu kita.
"No cross no crown"
Ya Yesus,
berilah aku pengertian akan arti setiap penderitaanku.
Agar aku senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada_Mu.
Jika salib yang harus kupikul ini menyenangkan hati_Mu,
berilah aku kekuatan untuk menanggungnya.
Biarlah damai_Mu tetap tinggal dalam hatiku,
sehingga aku tak terjerumus ke dalam jurang kesedihan dan rasa mengasihani diri sendiri.
O Roh Kudus yang termanis,
terangilah akal budiku,
agar aku selalu mengerti akan kehendak Tuhan,
dan tetap tenang dalam menghadapi setiap persoalan.
Sebab Engkaulah harapanku satu-satunya,
yang menopang aku dan menuntun jalanku.
Tanpa_Mu aku pasti sudah jatuh dan mati!
Kepada sumber belas kasih_Mu saja jiwaku memandang,
dan kepada sumber air hidup yang dari padaNya jiwaku meneguk kepuasan, aku berharap.
Oh, andai saja jiwa menderita tahu betapa Allah mengasihinya, pastilah ia mati karena sukacita dan bahagia yang dahsyat! Suatu hari kelak, kita akan paham nilai penderitaan, tetapi saat itu kita tak lagi dapat menderita. Waktu sekarang adalah waktu kita.
"No cross no crown"
Ya Yesus,
berilah aku pengertian akan arti setiap penderitaanku.
Agar aku senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada_Mu.
Jika salib yang harus kupikul ini menyenangkan hati_Mu,
berilah aku kekuatan untuk menanggungnya.
Biarlah damai_Mu tetap tinggal dalam hatiku,
sehingga aku tak terjerumus ke dalam jurang kesedihan dan rasa mengasihani diri sendiri.
O Roh Kudus yang termanis,
terangilah akal budiku,
agar aku selalu mengerti akan kehendak Tuhan,
dan tetap tenang dalam menghadapi setiap persoalan.
Sebab Engkaulah harapanku satu-satunya,
yang menopang aku dan menuntun jalanku.
Tanpa_Mu aku pasti sudah jatuh dan mati!
Kepada sumber belas kasih_Mu saja jiwaku memandang,
dan kepada sumber air hidup yang dari padaNya jiwaku meneguk kepuasan, aku berharap.
Rabu, 16 Maret 2011
Berjaga BesamaMU
Kawan malam telah bertandang,
Menghantar kantuk yang kian memberatkan kelopak mata.
Pikiranku mulai mengembara,
Mencari celah menuju ke dunia mimpi.
Namun hatiku ingin selalu berjaga bersamaMU, TUHAN.
Bersemayam dalam dekapan kasihMU,
Agar selalu siap sedia menyambut kedatanganMU sebagai Raja mulia.
O Yesus, mempelaiku,
Temuilah aku malam ini...
Menghantar kantuk yang kian memberatkan kelopak mata.
Pikiranku mulai mengembara,
Mencari celah menuju ke dunia mimpi.
Namun hatiku ingin selalu berjaga bersamaMU, TUHAN.
Bersemayam dalam dekapan kasihMU,
Agar selalu siap sedia menyambut kedatanganMU sebagai Raja mulia.
O Yesus, mempelaiku,
Temuilah aku malam ini...
Senin, 14 Maret 2011
Pakailah Aku
Inilah diriku, ya tuhan,
kupersembahkan bagi-Mu.
Meski aku tak dapat melihat dunia ini dengan mataku,
namun terlebih beruntungnya aku, karena aku dapat melihat Engkau dalam terang Roh Kudus yang tinggal di dalam aku.
Yang telah memeteraikan aku menjadi ahli waris kerajaan-Mu,
dan memanggil Engkau, ya Abba, ya Bapa!
Ya Yesus,
meski seringkali aku jatuh dalam kesalahanku,
namun hati-Mu yang maha rahim selalu mengangkat aku kembali.
Berulangkali aku menyesal akan setiap perbuatanku yang buruk,
yang telah melukai hati kudus-Mu,
dan telah juga melukai hati sesamaku.
Seolah-olah aku tak perduli akan Roh-Mu yang diam di dalamku,
membiarkan kemarahan dan kebencian menyusup masuk ke dalam batinku,
hingga merenggut kedamaian jiwaku.
Namun aku ingat akan kasih-Mu yang teramat besar, ya Tuhan,
dan kembali memandang kerahiman-Mu yang mendamaikanku dengan diri-Mu yang maha kudus.
Inilah aku!
pakailah aku seturut karya-Mu yang Kau sediakan bagi hidupku,
bagi diriku yang penuh kekurangan ini,
agar karya tangan-Mu sendiri yang kian tampak,
membawa kemuliaan bagi Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus!
Amin!
kupersembahkan bagi-Mu.
Meski aku tak dapat melihat dunia ini dengan mataku,
namun terlebih beruntungnya aku, karena aku dapat melihat Engkau dalam terang Roh Kudus yang tinggal di dalam aku.
Yang telah memeteraikan aku menjadi ahli waris kerajaan-Mu,
dan memanggil Engkau, ya Abba, ya Bapa!
Ya Yesus,
meski seringkali aku jatuh dalam kesalahanku,
namun hati-Mu yang maha rahim selalu mengangkat aku kembali.
Berulangkali aku menyesal akan setiap perbuatanku yang buruk,
yang telah melukai hati kudus-Mu,
dan telah juga melukai hati sesamaku.
Seolah-olah aku tak perduli akan Roh-Mu yang diam di dalamku,
membiarkan kemarahan dan kebencian menyusup masuk ke dalam batinku,
hingga merenggut kedamaian jiwaku.
Namun aku ingat akan kasih-Mu yang teramat besar, ya Tuhan,
dan kembali memandang kerahiman-Mu yang mendamaikanku dengan diri-Mu yang maha kudus.
Inilah aku!
pakailah aku seturut karya-Mu yang Kau sediakan bagi hidupku,
bagi diriku yang penuh kekurangan ini,
agar karya tangan-Mu sendiri yang kian tampak,
membawa kemuliaan bagi Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus!
Amin!
Dalam Bejana Tanah Liat
Seperti anggur terbaik ditaruh dalam bejana tanah liat, demikian juga Tuhan memilih wadah yang sederhana untuk meletakan seluruh rencana-Nya yang terindah. Tuhan dapat memakai siapa saja, bahkan orang-orang yang sangat sederhana, kecil dan lemah sekalipun, yang tampak tak berdaya, tak berharga di mata dunia, namun menjadi begitu berharga di mata Tuhan, untuk menjadi bukti akan kebesaran-Nya dan menjadi sarana bagi kemuliaan_Nya yang terlebih besar lagi.
Karena itu, janganlah kita menjadi ragu untuk menghampiri Tuhan dalam segala keberadaan kita, atau merasa rendah diri oleh karena kekurangan yang kita miliki. Melainkan layanilah Tuhan dalam ketulusan, hati penuh cinta, dan rasa hormat yang besar, serta berbahagialah dalam kekurangan kita, karena dengan demikian hanya kuasa Kristus-lah yang kian tampak.
II Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
I Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
Berharaplah senantiasa pada kerahiman Tuhan yang tak terhingga!
Hanya Dialah yang sanggup menjadikan kita sempurna di tengah-tengah diri kita yang penuh kekurangan ini!
===
Karena itu, janganlah kita menjadi ragu untuk menghampiri Tuhan dalam segala keberadaan kita, atau merasa rendah diri oleh karena kekurangan yang kita miliki. Melainkan layanilah Tuhan dalam ketulusan, hati penuh cinta, dan rasa hormat yang besar, serta berbahagialah dalam kekurangan kita, karena dengan demikian hanya kuasa Kristus-lah yang kian tampak.
II Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
I Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
Berharaplah senantiasa pada kerahiman Tuhan yang tak terhingga!
Hanya Dialah yang sanggup menjadikan kita sempurna di tengah-tengah diri kita yang penuh kekurangan ini!
===
Kamis, 10 Maret 2011
Rabu Abu Kedua
9-03-2011
Rabu Abu Ke-2
Ini adalah kedua kalinya aku mengikuti Misa Rabu Abu.
Dan untuk pertama kalinya setelah selama tujuh tahun bekerja di Mulia, aku menerima abu di kantor. :)
Aku bersyukur, karena Tuhan telah membawa hatiku kembali merenungi akan kemurahan-Nya yang teramat besar.
Dikala jiwaku terasa mulai hampa, kasih Tuhan mengalir membasuh jiwaku. Hingga hatiku pun kembali bangkit untuk memandang Sang Kasih Ilahi yang bersinar cemerlang, menyingkirkan kehampaan yang sesaat lalu terasa menyelubungi hatiku.
O Yesusku,
kasih bagi-Mu merupakan sebuah harga mati, yang tidak dapat lagi ditawar-tawar!
Sebab Engkau sendiri adalah kasih sejati.
Kau begitu mengasihi kami meski kami seringkali melukai hati kudus-Mu.
Namun seberapa besar pun pelanggaran dan kesalahan kami, kasih-Mu tak dapat berpaling dari kami, para mahluk durhaka ini.
Seharusnya Kau memilih untuk membuang kami dari hadapan-Mu yang maha kudus!
Namun mengapa Kau malah memilih mati di Salib bagi kami?
O Tuhanku, Raja kerahiman termulia,
Siapakah yang berani berkata : "Kami tidak beruntung!"
padahal karena dosanya, Engkau tersiksa sedemikian rupa di salib!
Siapakah dengan tanpa malu berkata : "Kami menderita!"
Padahal karena ulahnya, Engkau yang tanpa cela malah menerima hukuman dan menderita hingga mati!
O Yesusku...
sadarkan kami, bahwa kami hanyalah setitik debu,
yang jika tertiup angin semilir pun akan terseret dan lenyap!
Apalah daya kami, o Tuhan yang murah hati?
Masihkah kami dapat berpikir: "Kami mampu berbuat segalanya!"
Sementara nafas hidup kami saja Kau yang punya?
Dengan jari-jari-Mu Kau hitung semuanya,
dan hanya dengan satu jari-Mu, Kau dapat memerintahkan hidup atau mati pada kami!
O Yesus, Tawanan Kasih,
aku mengasihi-Mu dengan segenap jiwaku.
Bantulah aku agar selalu taat akan setiap kehendak-Mu.
apalah gunanya hidup ini, tanpa ketaatan dan ketulusan.
Sebab hidup bagi Kristus adalah ketaatan pada semua kehendak Bapa!
Rabu Abu Ke-2
Ini adalah kedua kalinya aku mengikuti Misa Rabu Abu.
Dan untuk pertama kalinya setelah selama tujuh tahun bekerja di Mulia, aku menerima abu di kantor. :)
Aku bersyukur, karena Tuhan telah membawa hatiku kembali merenungi akan kemurahan-Nya yang teramat besar.
Dikala jiwaku terasa mulai hampa, kasih Tuhan mengalir membasuh jiwaku. Hingga hatiku pun kembali bangkit untuk memandang Sang Kasih Ilahi yang bersinar cemerlang, menyingkirkan kehampaan yang sesaat lalu terasa menyelubungi hatiku.
O Yesusku,
kasih bagi-Mu merupakan sebuah harga mati, yang tidak dapat lagi ditawar-tawar!
Sebab Engkau sendiri adalah kasih sejati.
Kau begitu mengasihi kami meski kami seringkali melukai hati kudus-Mu.
Namun seberapa besar pun pelanggaran dan kesalahan kami, kasih-Mu tak dapat berpaling dari kami, para mahluk durhaka ini.
Seharusnya Kau memilih untuk membuang kami dari hadapan-Mu yang maha kudus!
Namun mengapa Kau malah memilih mati di Salib bagi kami?
O Tuhanku, Raja kerahiman termulia,
Siapakah yang berani berkata : "Kami tidak beruntung!"
padahal karena dosanya, Engkau tersiksa sedemikian rupa di salib!
Siapakah dengan tanpa malu berkata : "Kami menderita!"
Padahal karena ulahnya, Engkau yang tanpa cela malah menerima hukuman dan menderita hingga mati!
O Yesusku...
sadarkan kami, bahwa kami hanyalah setitik debu,
yang jika tertiup angin semilir pun akan terseret dan lenyap!
Apalah daya kami, o Tuhan yang murah hati?
Masihkah kami dapat berpikir: "Kami mampu berbuat segalanya!"
Sementara nafas hidup kami saja Kau yang punya?
Dengan jari-jari-Mu Kau hitung semuanya,
dan hanya dengan satu jari-Mu, Kau dapat memerintahkan hidup atau mati pada kami!
O Yesus, Tawanan Kasih,
aku mengasihi-Mu dengan segenap jiwaku.
Bantulah aku agar selalu taat akan setiap kehendak-Mu.
apalah gunanya hidup ini, tanpa ketaatan dan ketulusan.
Sebab hidup bagi Kristus adalah ketaatan pada semua kehendak Bapa!
Langganan:
Postingan (Atom)