Senin, 02 Mei 2011

(Lagu) Allah Itu Hidup

 VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO

Setiap kali aku teringat akan pertolongan Tuhan dalam seluruh kehidupanku, sungguh aku merasa Tuhan itu berada dekat sekali denganku, bahkan Dia tinggal di dalam hatiku.
Apalagi saat mengingat kembali proses aku bisa diterima bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya, benar-benar membuatku terpesona dan juga terharu. Begitu baik-Nya Tuhan, sementara aku sendiri seringkali begitu jahat. Bahkan aku sering kali malas berdoa.

Di tahun 2003, di mana aku telah berhasil menyelesaikan kuliahku dan memperoleh gelar sebagai sarjana pendidikan, dan sedang kebingungan untuk mencari pekerjaan, karena sudah banyak teman tunanetra yang lain sangat sulit mendapat pekerjaan hanya karena kecacatan mereka, padahal gelar sarjana juga sudah mereka sandang. Setiap malam aku hanya bisa membawanya dalam doa. Pada saat hari ulang tahunku juga, aku hanya make a wish about job. Tepatnya di bulan Desember, sebulan setelah aku di wisuda, aku diundang melalui telepon oleh orang yang sama sekali tidak kukenal untuk menyampaikan kesaksian hidupku di acara Natal kantornya. Nama orang itu adalah Henny Susanti. Dia bilang kalau dia pernah mendengar kesaksianku di
Gereja Nafiri Allah Greenville.
Ketika aku memasuki gedung Gereja di mana acara Natal itu diadakan, sekonyong-konyong aku mendengar sebuah bisikan yang sangat jelas sekali. Bisikan itu seperti terdengar di telingaku, tapi juga seperti muncul dari hatiku. Bisikan itu berkata : "Kamu akan bekerja di sini".
Pada saat itu, aku hanya berpikir kalau bisikan itu pastilah muncul dari hatiku sendiri yang memang sangat merindukan sebuah pekerjaan. Setelah mendengar bisikan itu, aku malah berdoa dalam hati, "Ya Tuhan, seandainya aku boleh bekerja di sini..."
Menurut susunan acara panitia, seharusnya aku tampil pada acara terakhir sebelum penutup. Tapi Tuhan ternyata punya rencana lain. Pendeta yang menyampaikan khotbah saat itu terlambat datang, akhirnya panitia menyuruh aku tampil di awal acara, di sela-sela praise & worship. Setelah aku selesai bersaksi, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin Natal. Tiba-tiba seorang bapak menghampiriku dan bertanya kepadaku :
"Sudah selesai sekolahnya?"
"Sudah, pak." jawabku.
"Sudah bekerja?" Tanyanya lagi.
"Belum."
"Mau bekerja?"
"Mau, pak."
"Ya sudah, kamu bekerja dengan saya saja!"

Ternyata bapak itu adalah pemilik perusahaan tersebut. Kemudian aku mendengar bapak itu berbicara dengan seseorang bapak lain yang sedang berdiri di sebelahnya mengenai penerimaan diriku sebagai karyawannya. Baru kuketahui di kemudian hari kalau bapak yang diajak bicara oleh pemilik perusahaan itu adalah direktur HRD.
Saat itu aku percaya kalau bisikan yang kudengar ketika memasuki gedung Gereja tadi pastilah suara Tuhan. Tuhan telah memberitahuku terlebih dahulu sebelum bapak pemilik perusahaan itu berbicara kepadaku.
Setelah itu acara pun dilanjutkan dengan penyampaian khotbah Natal. Selesai khotbah, bapak pemilik perusahaan itu pun pulang, tidak mengikuti acara hingga akhir. Seandainya pengkhotbah saat itu tidak terlambat datang, dan panitia tidak menyuruhku untuk tampil di awal acara, melainkan membiarkanku tetap tampil di akhir acara. Pastilah bapak pemilik perusahaan itu tidak akan pernah mendengar kesaksianku, dan itu berarti kesempatanku untuk diterima bekerja dengannya pun hilang.
 Aku begitu gembira dan benar-benar tak bisa percaya dengan kejadian itu. Sampai tiba di rumah pun, aku masih merasa kalau semua itu seperti dalam mimpi saja.
Selang beberapa hari, seorang wanita meneloponku, memintaku datang ke kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk proses wawancara. Aku bilang padanya kalau ijasahku pun belum kuterima dari kampus, karena aku baru diwisuda bulan kemarin.
"Tidak masalah, kamu bawa CV saja. Itu pun hanya sebagai formalitas." jawabnya.

Aku pun datang sesuai hari yang ditentukan. Di sana sudah banyak calon karyawan yang sedang mengikuti test. Aku hanya duduk saja di bagian belakang, tak tahu harus berbuat apa, karena pelaksana test tidak memberiku lembar test. Kemudian seorang wanita memanggilku untuk diwawancara olehnya. Selesai di wawancara, aku pindah ke meja bapak Direktur HRD yang waktu di acara Natal diajak bicara oleh bapak pemilik perusahaan itu.
Dia menanyaiku kapan aku akan mulai kerja. Aku bilang awal tahun saja, berhubung waktu itu sudah pertengahan bulan Desember. Dan dia pun menyetujuinya.
Begitulah, akhirnya aku mulai bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya pada awal Januari di tahun 2004 hingga hari ini.

Henny bercerita kepadaku, kalau sebenarnya waktu itu panitia sudah mengundang artis-artis rohani untuk mengisi acara kesaksian, tapi entah mengapa, satu per satu artis-artis itu mengundurkan diri. Untung saja Henny langsung teringat padaku, dan dia pun langsung menghubungi pihak Gereja Nafiri Allah untuk meminta nomer teleponku.

Sampai sekarang, masih ada teman-teman kantor yang menyangka kalau aku ini saudara dari bapak pemilik perusahaan. Malah seorang sekuriti pernah bercerita kepadaku kalau para sekuriti menganggap aku ini mata-mata big boss!

VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO,, kalimat indah ini kukutip dari Lembah Karmel Puncak. Artinya begitu indah sekali : "Allah Itu Hidup Dan Aku Berdiri Di HadapanNya"

Sungguh Allah hidup!
Dia hidup di dalam hatiku, berdaulat penuh atas hidupku.

Terima kasih banyak, Yesus!
Kau sungguh teramat baik buatku.
Tak tahu aku harus bagaimana agar dapat membalas semua kebaikan-Mu yang tak terkira.
Alih-alih hendak menyenangkan hati-Mu, aku malah seringnya melukai hati-Mu dengan ulahku.
O Yesusku, Allah dan Sahabatku,
aku mau bersaksi di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun tentang semua kebaikan yang telah kuterima dari-Mu,
sehingga biarlah nama-Mu kian masyur di seluruh bumi!

***
LAGU : ALLAH ITU HIDUP
BY : Rachel Stefanie Halim

Saat hatiku lemah,
kuberseru kepada-Nya,
Tuhan kan segera datang menolong.
Dia berkata : "Jangan takut, Aku sertamu."
Hatiku pun memandang-Nya dan percaya.

REFF :
Allah itu hidup,
dan aku berdiri di hadapan-Nya sebagai anak kesayangan.
Allah itu hidup,
Dia sungguh mendengar,
dan berbicara di dalam hatiku.

***


Rabu, 20 April 2011

(LAGU) HATI KUDUS YESUS


Oh, hati kudus Yesus,
Hati yang penuh dengan cinta kasih.
Kuberharap padaMU selalu,
S'bab hanya Kaulah andalanku.

Oh, hati kudus Yesus,
Lautan kerahiman bagi yang percaya.
Kuserahkan diriku padaMU,
Di dalamMU kumerasa aman.

REFF:
Ya, hati kudus Yesus,
Kuberharap padaMU.
Pada siapa lagi ku akan mengetuk,
Kalau bukan pada hatiMU.

Senin, 28 Maret 2011

Telepon Sorga

Kriiiing...!!!

"Hallo?"

"Hallo Yesus, Ini aku, Rachel!"

"Oh, anakKu... Apa kabar dunia?"

"Tetteeep Gelaaap..."

"Oh iya, lupa... kamu kan tunanetra ya... Baiklah, Aku ubah pertanyaannya: bagaimana kabar hatimu?"

"Oh Yesusku, asal Kau bersamaku, maka kegelapan takkan pernah ada lagi, sebab Kaulah terang sejati! Jika hatiku mulai lemah dan terasa amat sedih, kekuatiran dan kegelisahan mulai menggerogoti batinku, maka secara otomatis jiwaku akan teringat padaMu!"

"Oh, tahukah anakKu? hal itu sangat menyenangkan hatiKu! Teleponlah Aku segera, kapan pun dan di mana pun, setiap kali kau rindu berbicara padaKu, baik saat duka maupun suka, kala pagi, siang maupun tengah malam sekalipun, Karena Aku juga selalu rindu berbicara denganmu. Ungkapkanlah segala isi hatimu, sandarkanlah seluruh harapanmu di dadaKu, Aku akan tertawa dan menangis bersamamu, karena hatiku bagaikan sepasang tangan seorang ibu yang selalu siap untuk memeluk anak-anaknya. Percayalah anakKu, akan kedalaman kasihKu yang terkandung dalam hatiKu yang tertembus tombak, hingga mengalirkan darah dan air!"

>

Dalam Derita

Renungan St Faustina:
Oh, andai saja jiwa menderita tahu betapa Allah mengasihinya, pastilah ia mati karena sukacita dan bahagia yang dahsyat! Suatu hari kelak, kita akan paham nilai penderitaan, tetapi saat itu kita tak lagi dapat menderita. Waktu sekarang adalah waktu kita.



"No cross no crown"


Ya Yesus,
berilah aku pengertian akan arti setiap penderitaanku.
Agar aku senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada_Mu.

Jika salib yang harus kupikul ini menyenangkan hati_Mu,
berilah aku kekuatan untuk menanggungnya.

Biarlah damai_Mu tetap tinggal dalam hatiku,
sehingga aku tak terjerumus ke dalam jurang kesedihan dan rasa mengasihani diri sendiri.

O Roh Kudus yang termanis,
terangilah akal budiku,
agar aku selalu mengerti akan kehendak Tuhan,
dan tetap tenang dalam menghadapi setiap persoalan.

Sebab Engkaulah harapanku satu-satunya,
yang menopang aku dan menuntun jalanku.
Tanpa_Mu aku pasti sudah jatuh dan mati!

Kepada sumber belas kasih_Mu saja jiwaku memandang,
dan kepada sumber air hidup yang dari padaNya jiwaku meneguk kepuasan, aku berharap.

Rabu, 16 Maret 2011

Berjaga BesamaMU

Kawan malam telah bertandang,
Menghantar kantuk yang kian memberatkan kelopak mata.
Pikiranku mulai mengembara,
Mencari celah menuju ke dunia mimpi.

Namun hatiku ingin selalu berjaga bersamaMU, TUHAN.
Bersemayam dalam dekapan kasihMU,
Agar selalu siap sedia menyambut kedatanganMU sebagai Raja mulia.

O Yesus, mempelaiku,
Temuilah aku malam ini...

Senin, 14 Maret 2011

Pakailah Aku

Inilah diriku, ya tuhan,
kupersembahkan bagi-Mu.

Meski aku tak dapat melihat dunia ini dengan mataku,
namun terlebih beruntungnya aku, karena aku dapat melihat Engkau dalam terang Roh Kudus yang tinggal di dalam aku.
Yang telah memeteraikan aku menjadi ahli waris kerajaan-Mu,
dan memanggil Engkau, ya Abba, ya Bapa!

Ya Yesus,
meski seringkali aku jatuh dalam kesalahanku,
namun hati-Mu yang maha rahim selalu mengangkat aku kembali.

Berulangkali aku menyesal akan setiap perbuatanku yang buruk,
yang telah melukai hati kudus-Mu,
dan telah juga melukai hati sesamaku.
Seolah-olah aku tak perduli akan Roh-Mu yang diam di dalamku,
membiarkan kemarahan dan kebencian menyusup masuk ke dalam batinku,
hingga merenggut kedamaian jiwaku.

Namun aku ingat akan kasih-Mu yang teramat besar, ya Tuhan,
dan kembali memandang kerahiman-Mu yang mendamaikanku dengan diri-Mu yang maha kudus.

Inilah aku!
pakailah aku seturut karya-Mu yang Kau sediakan bagi hidupku,
bagi diriku yang penuh kekurangan ini,
agar karya tangan-Mu sendiri yang kian tampak,
membawa kemuliaan bagi Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus!
Amin!

Dalam Bejana Tanah Liat

Seperti anggur terbaik ditaruh dalam bejana tanah liat, demikian juga Tuhan memilih wadah yang sederhana untuk meletakan seluruh rencana-Nya yang terindah. Tuhan dapat memakai siapa saja, bahkan orang-orang yang sangat sederhana, kecil dan lemah sekalipun, yang tampak tak berdaya, tak berharga di mata dunia, namun menjadi begitu berharga di mata Tuhan, untuk menjadi bukti akan kebesaran-Nya dan menjadi sarana bagi kemuliaan_Nya yang terlebih besar lagi.

Karena itu, janganlah kita menjadi ragu untuk menghampiri Tuhan dalam segala keberadaan kita, atau merasa rendah diri oleh karena kekurangan yang kita miliki. Melainkan layanilah Tuhan dalam ketulusan, hati penuh cinta, dan rasa hormat yang besar, serta berbahagialah dalam kekurangan kita, karena dengan demikian hanya kuasa Kristus-lah yang kian tampak.


II Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

I Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,


Berharaplah senantiasa pada kerahiman Tuhan yang tak terhingga!
Hanya Dialah yang sanggup menjadikan kita sempurna di tengah-tengah diri kita yang penuh kekurangan ini!

===