Aku seorang tunanetra, penderita Retinitis Pigmentosa. Tatkala kesedihan dan rasa sepi menghimpit jiwaku, maka aku akan segera memutar sebuah nomor telepon rahasia yang dapat langsung terhubung dengan rumah Bapaku: Y0h4n35146. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." *Mat 11:28*
Rabu, 28 September 2011
Renungan Anak: Bruno Dan Ringgo
Bruno Dan Ringgo
Titus 3:2.
Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.
Bruno dan Ringgo merupakan dua ekor anjing yang bersahabat. Tetapi persahabatan mereka rusak ketika suatu hari mereka memperebutkan sebuah tulang yang tergeletak di pinggir jalan.
Pertama-tama Bruno yang menemukan tulang itu, dan baru saja hendak mengambil dengan giginya, tiba-tiba Ringgo menyerobot dari belakangnya dan langsung menggigit tulang itu. Akhirnya merekapun bertengkar, saling menggigit, dan saling menggeram. Tulang itupun terlepas dari mulut Ringgo, dan tergeletak kembali di pinggir jalan.
Sementara mereka terus bertengkar., seekor anjing lain muncul dan secara diam-diam membawa pergi tulang itu.
Ketika Ringgo dan Bruno merasa lelah dan kesakitan, karena mereka sudah saling melukai satu sama lain, akhirnya kedua anjing itupun berhenti bertengkar. Dan pada saat mata keduanya mencari-cari tulang yang sudah membuat mereka bertengkar dan membuat tubuh keduanya sakit-sakit, mereka pun menjadi heran.
"Tulangnya sudah tidak ada lagi!... Tulangnya menghilang!" Seru mereka bersamaan.
Akhirnya merekapun menyesal karena telah melakukan tindakan yang sangat bodoh. Seandainya mereka tidak bertengkar..., seandainya Ringgo tidak merebut tulang yang ditemukan Bruno..., seandainya mereka bisa saling ramah satu sama lain, dan mau berbagi tulang dengan sahabatnya itu..., pasti saat ini mereka tidak kehilangan tulang tersebut, dan dapat menikmatinya dengan rasa senang dan bersahabat.
Adik-adik yang manis,
janganlah kita bersikap seperti Bruno dan Ringgo yang bertengkar hanya karena memperebutkan sebuah tulang. Tapi ambillah pelajaran dari pengalaman kedua anjing itu yang kehilangan tulangnya karena mereka tidak mau saling berbagi dan bersikap ramah terhadap satu sama lain.
Jadilah anak yang ramah dan lemah lembut, mau saling berbagi dan menjauhi pertengkaran yang hanya merugikan bukan saja diri kita sendiri, tetapi juga teman-teman yang kita sayangi. Karena pertengkaran akan menghancurkan persahabatan.
Mari kita berdoa :
Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.
Tuhan Yesus,
Bantulah aku untuk menjauhi pertengkaran dengan siapapun, dan ajarilah aku untuk bersikap ramah terhadap semua orang, agar namaMu selalu dimuliakan melalui hidupku.
Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Lanjutkan dengan doa yang sudah diajarkan Tuhan Yesus, yaitu doa Bapa kami.
Kemudian mari kita menyapa Bunda kita dan memohon doanya dengan berdoa Salam Maria dan ditutup dengan Kemuliaan.
Salam dalam kasih Tuhan,
Rachel
Rabu, 21 September 2011
Renungan Anak: Ayam Dan Bebek
Amsal 14 : 30.
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Seekor ayam bertanya kepada seekor bebek :
"Bebek, kenapa sih telormu selalu terjual lebih mahal dari pada punyaku?"
"Ya, karena telorku lebih besar dari pada telormu!"" Jawab bebek lembut.
Setelah mendengar jawaban bebek, ayam menjadi murung dan sedih, sampai-sampai dia tidak mau makan, sehingga membuat tubuhnya menjadi kurus dan lemah. . Akhirnya bebek yang merasa kasihan melihat keadaan temannya itu, menghampiri ayam dan bertanya :
"Kenapa mukamu selalu murung dan kelihatan sedih, sampai-sampai tubuhmu menjadi kurus seperti ini?"
"Karena aku ingin mempunyai telor sebesar telormu agar bisa terjual dengan harga yang lebih mahal!" jawab ayam lirih.
"o..., jadi kamu iri hati pada telorku yang lebih besar dan lebih mahal dari pada telormu?" sahut bebek prihatin. "coba saja kamu bayangkan bagaimana kalau kamu juga menghasilkan telor-telor sebesar telorku, bukankah kamu akan merasa sangat kesakitan, karena tubuhmu tidak sebesar tubuhku. Dan tidak tahukah kamu kalau banyak sekali anak-anak yang lebih menyukai rasa telormu dari pada telorku, karena telormu biarpun kecil tapi sangat baik bagi kesehatan? Dan lihat, akibat kamu merasa iri hati dan bersedih, membuat hasil telor-telormu sekarang menjadi buruk!"
Mendengar penjelasan bebek yang baik hati itu, akhirnya ayam pun mulai mengerti dan berjanji dalam hatinya kalau dia tidak mau lagi iri hati hanya karena telornya yang lebih kecil dan lebih murah dari pada telor bebek, karena dengan iri hati dapat membuat hatinya menjadi sedih, sehingga membuat tubuhnya menjadi tidak sehat, hasil telornya pun menjadi lebih buruk.
Nah, adik-adik yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus,
janganlah kita bersikap seperti ayam yang dikuasai iri hati, karena iri hati dapat membuat keadaan kita menjadi lebih buruk. Mari kita perhatikan lagi apa yang dikatakan kitab Amsal : Iri hati hanya menyebabkan tulang kita menjadi busuk, tetapi hati yang tenang menyegarkan tubuh.
Tuhan sudah memberikan yang terbaik kepada kalian masing-masing, ada yang diberi kepandaian melukis, berhitung, berenang, menyanyi, bahkan pandai berdoa. peliharalah itu, dan kembangkanlah sesuai potensi yang ada pada kalian. Niscaya, kalian akan menjadi anak yang lebih baik lagi dari pada sebelumnya, dan lebih menyenangkan hati Tuhan, karena berarti kalian sudah mensyukuri apa yang Tuhan percayakan kepada kalian masing-masing.
Mari kita berdoa :
Tuhan Yesus,
jadikanlah aku anak yang memiliki hati tenang, agar aku selalu bersyukur. Dan buanglah segala perasaan iri hati yang hanya membuatku bersedih dan marah. Bantulah aku untuk mampu memelihara dan mengembangkan potensi yang sudah Tuhan berikan padaku untuk kemuliaan namaMu.
Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Salam dalam kasih Tuhan,
Rachel
Senin, 02 Mei 2011
(Lagu) Allah Itu Hidup
VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO
Setiap kali aku teringat akan pertolongan Tuhan dalam seluruh kehidupanku, sungguh aku merasa Tuhan itu berada dekat sekali denganku, bahkan Dia tinggal di dalam hatiku.
Apalagi saat mengingat kembali proses aku bisa diterima bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya, benar-benar membuatku terpesona dan juga terharu. Begitu baik-Nya Tuhan, sementara aku sendiri seringkali begitu jahat. Bahkan aku sering kali malas berdoa.
Di tahun 2003, di mana aku telah berhasil menyelesaikan kuliahku dan memperoleh gelar sebagai sarjana pendidikan, dan sedang kebingungan untuk mencari pekerjaan, karena sudah banyak teman tunanetra yang lain sangat sulit mendapat pekerjaan hanya karena kecacatan mereka, padahal gelar sarjana juga sudah mereka sandang. Setiap malam aku hanya bisa membawanya dalam doa. Pada saat hari ulang tahunku juga, aku hanya make a wish about job. Tepatnya di bulan Desember, sebulan setelah aku di wisuda, aku diundang melalui telepon oleh orang yang sama sekali tidak kukenal untuk menyampaikan kesaksian hidupku di acara Natal kantornya. Nama orang itu adalah Henny Susanti. Dia bilang kalau dia pernah mendengar kesaksianku di
Gereja Nafiri Allah Greenville.
Ketika aku memasuki gedung Gereja di mana acara Natal itu diadakan, sekonyong-konyong aku mendengar sebuah bisikan yang sangat jelas sekali. Bisikan itu seperti terdengar di telingaku, tapi juga seperti muncul dari hatiku. Bisikan itu berkata : "Kamu akan bekerja di sini".
Pada saat itu, aku hanya berpikir kalau bisikan itu pastilah muncul dari hatiku sendiri yang memang sangat merindukan sebuah pekerjaan. Setelah mendengar bisikan itu, aku malah berdoa dalam hati, "Ya Tuhan, seandainya aku boleh bekerja di sini..."
Menurut susunan acara panitia, seharusnya aku tampil pada acara terakhir sebelum penutup. Tapi Tuhan ternyata punya rencana lain. Pendeta yang menyampaikan khotbah saat itu terlambat datang, akhirnya panitia menyuruh aku tampil di awal acara, di sela-sela praise & worship. Setelah aku selesai bersaksi, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin Natal. Tiba-tiba seorang bapak menghampiriku dan bertanya kepadaku :
"Sudah selesai sekolahnya?"
"Sudah, pak." jawabku.
"Sudah bekerja?" Tanyanya lagi.
"Belum."
"Mau bekerja?"
"Mau, pak."
"Ya sudah, kamu bekerja dengan saya saja!"
Ternyata bapak itu adalah pemilik perusahaan tersebut. Kemudian aku mendengar bapak itu berbicara dengan seseorang bapak lain yang sedang berdiri di sebelahnya mengenai penerimaan diriku sebagai karyawannya. Baru kuketahui di kemudian hari kalau bapak yang diajak bicara oleh pemilik perusahaan itu adalah direktur HRD.
Saat itu aku percaya kalau bisikan yang kudengar ketika memasuki gedung Gereja tadi pastilah suara Tuhan. Tuhan telah memberitahuku terlebih dahulu sebelum bapak pemilik perusahaan itu berbicara kepadaku.
Setelah itu acara pun dilanjutkan dengan penyampaian khotbah Natal. Selesai khotbah, bapak pemilik perusahaan itu pun pulang, tidak mengikuti acara hingga akhir. Seandainya pengkhotbah saat itu tidak terlambat datang, dan panitia tidak menyuruhku untuk tampil di awal acara, melainkan membiarkanku tetap tampil di akhir acara. Pastilah bapak pemilik perusahaan itu tidak akan pernah mendengar kesaksianku, dan itu berarti kesempatanku untuk diterima bekerja dengannya pun hilang.
Aku begitu gembira dan benar-benar tak bisa percaya dengan kejadian itu. Sampai tiba di rumah pun, aku masih merasa kalau semua itu seperti dalam mimpi saja.
Selang beberapa hari, seorang wanita meneloponku, memintaku datang ke kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk proses wawancara. Aku bilang padanya kalau ijasahku pun belum kuterima dari kampus, karena aku baru diwisuda bulan kemarin.
"Tidak masalah, kamu bawa CV saja. Itu pun hanya sebagai formalitas." jawabnya.
Aku pun datang sesuai hari yang ditentukan. Di sana sudah banyak calon karyawan yang sedang mengikuti test. Aku hanya duduk saja di bagian belakang, tak tahu harus berbuat apa, karena pelaksana test tidak memberiku lembar test. Kemudian seorang wanita memanggilku untuk diwawancara olehnya. Selesai di wawancara, aku pindah ke meja bapak Direktur HRD yang waktu di acara Natal diajak bicara oleh bapak pemilik perusahaan itu.
Dia menanyaiku kapan aku akan mulai kerja. Aku bilang awal tahun saja, berhubung waktu itu sudah pertengahan bulan Desember. Dan dia pun menyetujuinya.
Begitulah, akhirnya aku mulai bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya pada awal Januari di tahun 2004 hingga hari ini.
Henny bercerita kepadaku, kalau sebenarnya waktu itu panitia sudah mengundang artis-artis rohani untuk mengisi acara kesaksian, tapi entah mengapa, satu per satu artis-artis itu mengundurkan diri. Untung saja Henny langsung teringat padaku, dan dia pun langsung menghubungi pihak Gereja Nafiri Allah untuk meminta nomer teleponku.
Sampai sekarang, masih ada teman-teman kantor yang menyangka kalau aku ini saudara dari bapak pemilik perusahaan. Malah seorang sekuriti pernah bercerita kepadaku kalau para sekuriti menganggap aku ini mata-mata big boss!
VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO,, kalimat indah ini kukutip dari Lembah Karmel Puncak. Artinya begitu indah sekali : "Allah Itu Hidup Dan Aku Berdiri Di HadapanNya"
Sungguh Allah hidup!
Dia hidup di dalam hatiku, berdaulat penuh atas hidupku.
Terima kasih banyak, Yesus!
Kau sungguh teramat baik buatku.
Tak tahu aku harus bagaimana agar dapat membalas semua kebaikan-Mu yang tak terkira.
Alih-alih hendak menyenangkan hati-Mu, aku malah seringnya melukai hati-Mu dengan ulahku.
O Yesusku, Allah dan Sahabatku,
aku mau bersaksi di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun tentang semua kebaikan yang telah kuterima dari-Mu,
sehingga biarlah nama-Mu kian masyur di seluruh bumi!
***
LAGU : ALLAH ITU HIDUP
BY : Rachel Stefanie Halim
Saat hatiku lemah,
kuberseru kepada-Nya,
Tuhan kan segera datang menolong.
Dia berkata : "Jangan takut, Aku sertamu."
Hatiku pun memandang-Nya dan percaya.
REFF :
Allah itu hidup,
dan aku berdiri di hadapan-Nya sebagai anak kesayangan.
Allah itu hidup,
Dia sungguh mendengar,
dan berbicara di dalam hatiku.
***
Setiap kali aku teringat akan pertolongan Tuhan dalam seluruh kehidupanku, sungguh aku merasa Tuhan itu berada dekat sekali denganku, bahkan Dia tinggal di dalam hatiku.
Apalagi saat mengingat kembali proses aku bisa diterima bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya, benar-benar membuatku terpesona dan juga terharu. Begitu baik-Nya Tuhan, sementara aku sendiri seringkali begitu jahat. Bahkan aku sering kali malas berdoa.
Di tahun 2003, di mana aku telah berhasil menyelesaikan kuliahku dan memperoleh gelar sebagai sarjana pendidikan, dan sedang kebingungan untuk mencari pekerjaan, karena sudah banyak teman tunanetra yang lain sangat sulit mendapat pekerjaan hanya karena kecacatan mereka, padahal gelar sarjana juga sudah mereka sandang. Setiap malam aku hanya bisa membawanya dalam doa. Pada saat hari ulang tahunku juga, aku hanya make a wish about job. Tepatnya di bulan Desember, sebulan setelah aku di wisuda, aku diundang melalui telepon oleh orang yang sama sekali tidak kukenal untuk menyampaikan kesaksian hidupku di acara Natal kantornya. Nama orang itu adalah Henny Susanti. Dia bilang kalau dia pernah mendengar kesaksianku di
Gereja Nafiri Allah Greenville.
Ketika aku memasuki gedung Gereja di mana acara Natal itu diadakan, sekonyong-konyong aku mendengar sebuah bisikan yang sangat jelas sekali. Bisikan itu seperti terdengar di telingaku, tapi juga seperti muncul dari hatiku. Bisikan itu berkata : "Kamu akan bekerja di sini".
Pada saat itu, aku hanya berpikir kalau bisikan itu pastilah muncul dari hatiku sendiri yang memang sangat merindukan sebuah pekerjaan. Setelah mendengar bisikan itu, aku malah berdoa dalam hati, "Ya Tuhan, seandainya aku boleh bekerja di sini..."
Menurut susunan acara panitia, seharusnya aku tampil pada acara terakhir sebelum penutup. Tapi Tuhan ternyata punya rencana lain. Pendeta yang menyampaikan khotbah saat itu terlambat datang, akhirnya panitia menyuruh aku tampil di awal acara, di sela-sela praise & worship. Setelah aku selesai bersaksi, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin Natal. Tiba-tiba seorang bapak menghampiriku dan bertanya kepadaku :
"Sudah selesai sekolahnya?"
"Sudah, pak." jawabku.
"Sudah bekerja?" Tanyanya lagi.
"Belum."
"Mau bekerja?"
"Mau, pak."
"Ya sudah, kamu bekerja dengan saya saja!"
Ternyata bapak itu adalah pemilik perusahaan tersebut. Kemudian aku mendengar bapak itu berbicara dengan seseorang bapak lain yang sedang berdiri di sebelahnya mengenai penerimaan diriku sebagai karyawannya. Baru kuketahui di kemudian hari kalau bapak yang diajak bicara oleh pemilik perusahaan itu adalah direktur HRD.
Saat itu aku percaya kalau bisikan yang kudengar ketika memasuki gedung Gereja tadi pastilah suara Tuhan. Tuhan telah memberitahuku terlebih dahulu sebelum bapak pemilik perusahaan itu berbicara kepadaku.
Setelah itu acara pun dilanjutkan dengan penyampaian khotbah Natal. Selesai khotbah, bapak pemilik perusahaan itu pun pulang, tidak mengikuti acara hingga akhir. Seandainya pengkhotbah saat itu tidak terlambat datang, dan panitia tidak menyuruhku untuk tampil di awal acara, melainkan membiarkanku tetap tampil di akhir acara. Pastilah bapak pemilik perusahaan itu tidak akan pernah mendengar kesaksianku, dan itu berarti kesempatanku untuk diterima bekerja dengannya pun hilang.
Aku begitu gembira dan benar-benar tak bisa percaya dengan kejadian itu. Sampai tiba di rumah pun, aku masih merasa kalau semua itu seperti dalam mimpi saja.
Selang beberapa hari, seorang wanita meneloponku, memintaku datang ke kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk proses wawancara. Aku bilang padanya kalau ijasahku pun belum kuterima dari kampus, karena aku baru diwisuda bulan kemarin.
"Tidak masalah, kamu bawa CV saja. Itu pun hanya sebagai formalitas." jawabnya.
Aku pun datang sesuai hari yang ditentukan. Di sana sudah banyak calon karyawan yang sedang mengikuti test. Aku hanya duduk saja di bagian belakang, tak tahu harus berbuat apa, karena pelaksana test tidak memberiku lembar test. Kemudian seorang wanita memanggilku untuk diwawancara olehnya. Selesai di wawancara, aku pindah ke meja bapak Direktur HRD yang waktu di acara Natal diajak bicara oleh bapak pemilik perusahaan itu.
Dia menanyaiku kapan aku akan mulai kerja. Aku bilang awal tahun saja, berhubung waktu itu sudah pertengahan bulan Desember. Dan dia pun menyetujuinya.
Begitulah, akhirnya aku mulai bekerja di PT. Mulia Keramik Indah Raya pada awal Januari di tahun 2004 hingga hari ini.
Henny bercerita kepadaku, kalau sebenarnya waktu itu panitia sudah mengundang artis-artis rohani untuk mengisi acara kesaksian, tapi entah mengapa, satu per satu artis-artis itu mengundurkan diri. Untung saja Henny langsung teringat padaku, dan dia pun langsung menghubungi pihak Gereja Nafiri Allah untuk meminta nomer teleponku.
Sampai sekarang, masih ada teman-teman kantor yang menyangka kalau aku ini saudara dari bapak pemilik perusahaan. Malah seorang sekuriti pernah bercerita kepadaku kalau para sekuriti menganggap aku ini mata-mata big boss!
VIVIT DOMINUS IN CUIUS CONSPECTU STO,, kalimat indah ini kukutip dari Lembah Karmel Puncak. Artinya begitu indah sekali : "Allah Itu Hidup Dan Aku Berdiri Di HadapanNya"
Sungguh Allah hidup!
Dia hidup di dalam hatiku, berdaulat penuh atas hidupku.
Terima kasih banyak, Yesus!
Kau sungguh teramat baik buatku.
Tak tahu aku harus bagaimana agar dapat membalas semua kebaikan-Mu yang tak terkira.
Alih-alih hendak menyenangkan hati-Mu, aku malah seringnya melukai hati-Mu dengan ulahku.
O Yesusku, Allah dan Sahabatku,
aku mau bersaksi di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun tentang semua kebaikan yang telah kuterima dari-Mu,
sehingga biarlah nama-Mu kian masyur di seluruh bumi!
***
LAGU : ALLAH ITU HIDUP
BY : Rachel Stefanie Halim
Saat hatiku lemah,
kuberseru kepada-Nya,
Tuhan kan segera datang menolong.
Dia berkata : "Jangan takut, Aku sertamu."
Hatiku pun memandang-Nya dan percaya.
REFF :
Allah itu hidup,
dan aku berdiri di hadapan-Nya sebagai anak kesayangan.
Allah itu hidup,
Dia sungguh mendengar,
dan berbicara di dalam hatiku.
***
Rabu, 20 April 2011
(LAGU) HATI KUDUS YESUS
Oh, hati kudus Yesus,
Hati yang penuh dengan cinta kasih.
Kuberharap padaMU selalu,
S'bab hanya Kaulah andalanku.
Oh, hati kudus Yesus,
Lautan kerahiman bagi yang percaya.
Kuserahkan diriku padaMU,
Di dalamMU kumerasa aman.
REFF:
Ya, hati kudus Yesus,
Kuberharap padaMU.
Pada siapa lagi ku akan mengetuk,
Kalau bukan pada hatiMU.
Senin, 28 Maret 2011
Telepon Sorga
Kriiiing...!!!
"Hallo?"
"Hallo Yesus, Ini aku, Rachel!"
"Oh, anakKu... Apa kabar dunia?"
"Tetteeep Gelaaap..."
"Oh iya, lupa... kamu kan tunanetra ya... Baiklah, Aku ubah pertanyaannya: bagaimana kabar hatimu?"
"Oh Yesusku, asal Kau bersamaku, maka kegelapan takkan pernah ada lagi, sebab Kaulah terang sejati! Jika hatiku mulai lemah dan terasa amat sedih, kekuatiran dan kegelisahan mulai menggerogoti batinku, maka secara otomatis jiwaku akan teringat padaMu!"
"Oh, tahukah anakKu? hal itu sangat menyenangkan hatiKu! Teleponlah Aku segera, kapan pun dan di mana pun, setiap kali kau rindu berbicara padaKu, baik saat duka maupun suka, kala pagi, siang maupun tengah malam sekalipun, Karena Aku juga selalu rindu berbicara denganmu. Ungkapkanlah segala isi hatimu, sandarkanlah seluruh harapanmu di dadaKu, Aku akan tertawa dan menangis bersamamu, karena hatiku bagaikan sepasang tangan seorang ibu yang selalu siap untuk memeluk anak-anaknya. Percayalah anakKu, akan kedalaman kasihKu yang terkandung dalam hatiKu yang tertembus tombak, hingga mengalirkan darah dan air!"
>
"Hallo?"
"Hallo Yesus, Ini aku, Rachel!"
"Oh, anakKu... Apa kabar dunia?"
"Tetteeep Gelaaap..."
"Oh iya, lupa... kamu kan tunanetra ya... Baiklah, Aku ubah pertanyaannya: bagaimana kabar hatimu?"
"Oh Yesusku, asal Kau bersamaku, maka kegelapan takkan pernah ada lagi, sebab Kaulah terang sejati! Jika hatiku mulai lemah dan terasa amat sedih, kekuatiran dan kegelisahan mulai menggerogoti batinku, maka secara otomatis jiwaku akan teringat padaMu!"
"Oh, tahukah anakKu? hal itu sangat menyenangkan hatiKu! Teleponlah Aku segera, kapan pun dan di mana pun, setiap kali kau rindu berbicara padaKu, baik saat duka maupun suka, kala pagi, siang maupun tengah malam sekalipun, Karena Aku juga selalu rindu berbicara denganmu. Ungkapkanlah segala isi hatimu, sandarkanlah seluruh harapanmu di dadaKu, Aku akan tertawa dan menangis bersamamu, karena hatiku bagaikan sepasang tangan seorang ibu yang selalu siap untuk memeluk anak-anaknya. Percayalah anakKu, akan kedalaman kasihKu yang terkandung dalam hatiKu yang tertembus tombak, hingga mengalirkan darah dan air!"
>
Dalam Derita
Renungan St Faustina:
Oh, andai saja jiwa menderita tahu betapa Allah mengasihinya, pastilah ia mati karena sukacita dan bahagia yang dahsyat! Suatu hari kelak, kita akan paham nilai penderitaan, tetapi saat itu kita tak lagi dapat menderita. Waktu sekarang adalah waktu kita.
"No cross no crown"
Ya Yesus,
berilah aku pengertian akan arti setiap penderitaanku.
Agar aku senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada_Mu.
Jika salib yang harus kupikul ini menyenangkan hati_Mu,
berilah aku kekuatan untuk menanggungnya.
Biarlah damai_Mu tetap tinggal dalam hatiku,
sehingga aku tak terjerumus ke dalam jurang kesedihan dan rasa mengasihani diri sendiri.
O Roh Kudus yang termanis,
terangilah akal budiku,
agar aku selalu mengerti akan kehendak Tuhan,
dan tetap tenang dalam menghadapi setiap persoalan.
Sebab Engkaulah harapanku satu-satunya,
yang menopang aku dan menuntun jalanku.
Tanpa_Mu aku pasti sudah jatuh dan mati!
Kepada sumber belas kasih_Mu saja jiwaku memandang,
dan kepada sumber air hidup yang dari padaNya jiwaku meneguk kepuasan, aku berharap.
Oh, andai saja jiwa menderita tahu betapa Allah mengasihinya, pastilah ia mati karena sukacita dan bahagia yang dahsyat! Suatu hari kelak, kita akan paham nilai penderitaan, tetapi saat itu kita tak lagi dapat menderita. Waktu sekarang adalah waktu kita.
"No cross no crown"
Ya Yesus,
berilah aku pengertian akan arti setiap penderitaanku.
Agar aku senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada_Mu.
Jika salib yang harus kupikul ini menyenangkan hati_Mu,
berilah aku kekuatan untuk menanggungnya.
Biarlah damai_Mu tetap tinggal dalam hatiku,
sehingga aku tak terjerumus ke dalam jurang kesedihan dan rasa mengasihani diri sendiri.
O Roh Kudus yang termanis,
terangilah akal budiku,
agar aku selalu mengerti akan kehendak Tuhan,
dan tetap tenang dalam menghadapi setiap persoalan.
Sebab Engkaulah harapanku satu-satunya,
yang menopang aku dan menuntun jalanku.
Tanpa_Mu aku pasti sudah jatuh dan mati!
Kepada sumber belas kasih_Mu saja jiwaku memandang,
dan kepada sumber air hidup yang dari padaNya jiwaku meneguk kepuasan, aku berharap.
Rabu, 16 Maret 2011
Berjaga BesamaMU
Kawan malam telah bertandang,
Menghantar kantuk yang kian memberatkan kelopak mata.
Pikiranku mulai mengembara,
Mencari celah menuju ke dunia mimpi.
Namun hatiku ingin selalu berjaga bersamaMU, TUHAN.
Bersemayam dalam dekapan kasihMU,
Agar selalu siap sedia menyambut kedatanganMU sebagai Raja mulia.
O Yesus, mempelaiku,
Temuilah aku malam ini...
Menghantar kantuk yang kian memberatkan kelopak mata.
Pikiranku mulai mengembara,
Mencari celah menuju ke dunia mimpi.
Namun hatiku ingin selalu berjaga bersamaMU, TUHAN.
Bersemayam dalam dekapan kasihMU,
Agar selalu siap sedia menyambut kedatanganMU sebagai Raja mulia.
O Yesus, mempelaiku,
Temuilah aku malam ini...
Langganan:
Postingan (Atom)